KEBUMEN(30/7):

Prof Dr KH Said Agiel Siradj MA  Ketua Umum PBNU menyampaikan bahwa nasionalisme itu bagian daripada keimanan.  Hal ini disampaikan dalam acara yang dikemas model ceramah dan dialog Halal Bi Halal Warga NU Kebumen yang diselenggarakan PCNU Kebumen, di Kompleks SMK Maarif 1 Kebumen, Selasa sore. Acara ini merupakan serangkaian acara Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) Ke-1 NU 2019 yang digelar Selasa pagi.
“Tahun 1917 KH Hasyim Asy’ari sudah menggemakan prinsip hubbul wathan minal iman. Nasionalisme kebangsaan Indonesia itu bagian daripada keimanan”, jelas Kyai Said, demikian sapaan akrab Prof Dr KH Said Agiel Siradj MA.
“Oleh karenanya soal Pancasila UUD 1945 dan NKRI, NU tegas. Sudah final!”, tegas Kyai Said.

“Yang penting sekarang, mari kita rawat persatuan dan kesatuan Indonesia untuk membangun dan mencapai tujuan yang dicita-citakan”, imbuhnya.

Sebelumnya Kyai Said telah menjelaskan perjuangan dan dakwah Nabi Muhammad SAW sejak awal di Mekah dan di Yatsrib (Madinah). Nabi sangat sukses di dalam membangun masyarakat sebab yang dibangun Nabi adalah kewarganegaraan atau citizenship (muwathonah).

Ceramah dan dialog bersama Kyai Said ini mengambil tema ‘Implementasi Addienu wal Mulk Imam Ghozali dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara’. Dialog santai dipandu oleh KH Drs Moh Dawamudin Masdar MA Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen. Ribuan hadlirin memadati arena. Hadirin pun sempat dibikin ger-geran oleh Kyai Said. Hadir sejumlah kyai dan nyai, termasuk KH Drs Muzammil Ketua PWNU Jawa Tengah.(knu02.Hmu.As.Chi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *